Lutfi

    Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Cinta

    Thursday, February 15, 2007, 04:07 PM CXT [Ngomentari]



    Selamat Hari Valentin


    Hiduplah dengan cinta karena……
    Dari cinta engkau bisa hidup…….
    Dengan cinta engkau merasa hidup……….
    Tanpa cinta apalah gunanya hidup……


    Ya.......Hiduplah dengan cinta karena cinta adalah kunci kehidupan manusia. Di masa sulit ini cinta memang sangat dibutuhkan. Betapa tidak ? Kondisi bangsa Indonesia semenjak krisis moneter pada tahun 1997 sampai masa SBY ini belum juga membaik.....

    Sistem pemerintahan yang ’so demokratis’ alias terlalu banyak mendengarkan pendapat sampai susah mutusin sesuatu, korupsi yang masih merajalela, kemiskinan yang semakin membudaya, harga-harga yang membumbung tinggi, sementara DPR yang ngakunya wakil rakyat malah sibuk nambah penghasilan....Belum lagi budaya bangsa yang semakin merosot, orang cenderung membela kepentingan diri sendiri, saling serang menyerang, saling sikut, saling tipu..........sehingga Bang Ebiet akhirnya menyanyi........

    ”mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita....yang selalu saja dan bangga dengan dosa-dosa.... atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita....coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang...”

    Ya....sejak pertengahan tahun 2006 sampai hari ini bencana tak henti menimpa bangsa kita.... dimulai dari gempa, lumpur panas yang membludag, kekeringan dimana-mana, begitu hujan malah banjir dimana-mana, belum lagi tanah longsor, flu burung, demam berdarah..........Juga ada bencana kapal tenggelam, pesawat jatuh, Adam air ilang, kereta api yang terguling dan........banjir besar di Jakarta............

    Nasehat GusMus adalah ” Lebih Baik Segera Menyalakan Lilin, Daripada Mengutuk Kegelapan"
    Ya.......daripada setiap kali listrik padam kita teriak-teriak....PLN korupsi.....PLN korupsi....khan lebih baik pergi ke warung, beli lilin....
    Begitu juga dengan banjir.....daripada ngomong ngalor ngidul agar Sutiyoso turun khan dibiarain bentar lagi juga turun........apa lagi nyuruh presiden turun ? Arep diganti sopo mang.....? Presiden sing profesor sudah...Presiden kyai sudah.....Presiden merakyat yang karismatis dan duwe darah presiden ya sudah.....mbalik sing militer ya sudah......Hasilnya ?! Sampeyan sudah ngrasakno dewe....... semrawute.........Mau mbalik Suharto lagi ? Ogah....wis pikun.......

    Saya kira dengan kembali ke ’laptop’ cinta kita akan merasa lebih better. Mengapa cinta ? Karena dengan cinta, orang akan mau bersabar menghadapi segala cobaan cinta. Dengan cinta orang akan saling tolong menolong dalam menghadapi segala bencana yang ada. Tidak usah sibuk menyalahkan pemerintah....tapi cukup dengan sumbangan dana, tenaga, fikiran bagi si korban kondisi menurut saya akan jauh lebih baik. Dengan hidup berlandaskan cinta orang tidak akan saling salah menyalahkan, tidak akan membuang sampah sembarangan karena akan menyebabkan got macet, tidak akan nebang pohon sembarangan karena akan menyebabkan udara tambah panas, tidak akan mementingkan kepentingan sendiri karena kepentingan kita adalah hak orang lain, tidak sibuk mencari untung dari bencana orang lain...... Kalau sudah begitu siapa yang akan senang ? Negara ? Masyarakat ? Pimpinan ? Atau diri sendiri ?

    Saya kira semuanya akan senang............termasuk anda tentunya.........Apakah semudah itu ? Ya semudah itu hukum alam akan berlaku.....Tetapi memang butuh kesabaran yang tinggi untuk bisa mencapai hal itu.........Mau mencoba bercinta ?! Kalau sudah begitu saya hanya bisa mengucapkan selamat hari valentin....
    (sebenarnya ini mau ku ’update’ pas tanggal 14 Pebruari, sayang.........bandwith internetnya tidak sayang sama saya....)


    0 (0 Ratings)

    Budaya Korupsi ala Virus Komputer

    Friday, February 9, 2007, 08:41 AM CXT [General]

    Budaya Korupsi ala Virus Komputer

    Tahun kemarin terjadi banyak serangan virus di komputer-komputer milik pemerintah. Setiap saya mengajar di kabupaten/kota selalu saya sempatkan untuk berdialog dengan para peserta diklat tentang masalah-masalah penerapan teknologi informasi di pemerintahan. ”masalah virus brontok pak” begitu jawab sebagian besar dari mereka.

    Virus komputer ”brontok” memang menjadi masalah terbesar di lingkungan Jawa Tengah. Cara kerja virus brontok ini pada dasarnya adalah menduplikasi data-data yang ada di komputer sehingga apabila tidak tertangani dengan baik maka akan menyebabkan hard disk komputer menjadi penuh. Seperti orang yang membawa beban berat, apabila beban itu ditambah dua kali lipat maka dia akan merasa ”kaboten”, jalan menjadi pelan, terseok-seok dan akhirnya jatuh. Begitu pula komputer yang terkena virus ”brontok” karena hard disk yang semakin penuh maka ’jalannya’ juga semakin pelan, apalagi kalau dipergunakan untuk membuka beberapa program sekaligus, komputer leletnya minta ampun ! Lama kelamaan komputer sering mengalami ’hang’ dan akhirnya komputer malah mati, tidak bisa ’booting’ sama sekali.

    Budaya Korupsi di Instansi Pemerintah
    Sudah menjadi rahasia umum bahwa instansi pemerintah identik dengan korupsi. Bahkan saya pernah dengar dari salah satu tokoh nasional yang mengatakan bahwa adanya instansi baru (seperti BPPN, KPU atau malah KPKN ?) berarti ada tambahan sumber ”kebocoran” baru. Sehingga beredar kabar bahwa korupsi telah menjadi budaya di kalangan PNS. ”Gaji tidak cukup, Pak” demikian selalu saya dengar dari sebagian kawan. Atau yang lebih sadis ”kalau tidak korupsi, kapan kita bisa kaya?” Kalau sudah begini saya hanya bisa ’ngelus-ngelus bathuk’ yang tambah lama tambah lebar ini.

    Njur, apa hubungan antara virus ’brontok’ dengan budaya korupsi di kalangan PNS ? Jelas erat sekali ! Pada virus brontok, data diduplikasi sehingga kerja komputer menjadi lambat. Sedangkan perilaku korupsi erat sekali dengan model-model ”mark up” anggaran, baik melalui harga beli barang yang tinggi, spek barang yang tidak jelas, jumlah panitia kegiatan yang menggelembung, hari perjalanan dinas yang panjang, kwitansi kosong, dan.............masih banyak lagi yang lainnya (menyitir lagu lamanya bang Haji Oma Irama).
    Akibatnya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah cenderung ’mahal’ atau dalam istilah ekonomi disebut sebagai ’ekonomi biaya tinggi’ Kalau orang bisnis bilang ’besar cost daripada kemanfaatannya’ Ya sudah........seperti juga virus ’brontok’ maka pemerintah kita makin lama akan makin terbebani dengan ’biaya-biaya’ tinggi tersebut padahal PR peningkatan pelayanan masyarakat semakin banyak dan mendesak.

    Bagaimana Cara Menanganinya ?
    Virus ’brontok’ seperti juga virus-virus komputer lain dapat ditangani dengan mudah tetapi butuh rutinitas dan kesabaran. Hal itu mudah dimengerti karena setiap virus pasti ada anti virusnya. Kualitas setiap anti virus di internet pada dasarnya relatif sama dalam menangani seluruh virus komputer, walaupun seperti juga setiap sistem pasti ada keunggulan dan kelemahannya. Oleh karena itu tidak ada rekomendasi anti virus khusus, boleh pakai norton, symantec, AVG, Antivir atau malah produk-produk lokal macam norman, PCAV, kill brotok, shampo anti brontok atau anti decoil.

    Pelayanan anti virus secara mudah dapat ditemui dan di-download secara gratis di internet. Hanya saja seperti situs-situs komersial lain, layanan anti virus tersebut juga mengandung konsekuensi untuk selalu di update secara rutin. Ada yang seminggu sekali ada yang 10 hari sekali atau ada yang sebulan sekali. Ini penting sebagai upaya menghidupi situs-situs tersebut karena dengan semakin banyak pengunjung situs maka akan semakin banyak pula sponsor yang masuk. Tanpa dilakukan ’updating’ maka seluruh anti virus tersebut tidak akan ampuh lagi dalam menangani virus ’brontok’ karena setiap anti virus pasti diberi masa pakai (out of date or expired).

    Naa........bagaimana dengan penanganan budaya korupsi di aparat pemerintah. Sama dengan anti virus, penanganan korupsi juga mudah tetapi juga membutuhkan kesabaran serta rutinitas. Materi-materi keagamaan atau materi-materi nilai-nilai menjadi obat paling ampuh dalam masalah penangana korupsi. Hanya saja perlu diingat bahwa perubahan sikap merupakan suatu proses sehingga perlu selalu diulang dan diulang lagi untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

    Artinya pembinaan mental PNS, baik dalam bentuk ceramah keagamaan maupun ceramah nilai-nilai hendaknya dilaksanakan secara rutin dan terus menerus. Orang harus selalu diingatkan untuk senantiasa berbuat baik. Ibaratnya anti virus ’brontok’ harus di update agar bisa berfungsi dengan baik maka sikap mental anti korupsi juga harus selalu ’di update’ secara rutin dan dilakukan pembersihan pula secara kontinyu terhadap pelaku-pelakunya atau ’virus-virus’ yang ada di pemerintahan.

    Disamping itu perbaikan komputer baik dari segi penambahan jumlah hard disk, penambahan RAM, apalagi penggantian mother board juga diyakini akan memperbaiki kinerja komputer. Kalau di instansi pemerintah ? Perbaikan gaji dan tunjangan-tunjangan, seperti tunjangan istri, anak, kesehatan, pendidikan diharapkan mampu memberantas budaya korupsi di pemerintahan. Karena kalau tidak dilakukan maka seorang PNS selalu akan mengharapkan dan mencari ’tambahan’ penghasilan. Dan itu berarti.................



    0 (0 Ratings)

    First Previous 1 2 Next Last